search here and find more articles

Welcome To Infokita.Website


Kelebihan Kartun Larva Dibanding Tayangan Anak Yang Lain

Kelebihan Kartun Larva Dibanding Tayangan Anak Yang LainLarva adalah bentuk muda dari hewan yang melalui proses metamorfosis khususnya pada hewan serangga dan amfibi. Namun pada postingan kali ini Saya tidak akan membahas hewan ini dalam bentuk hewan aslinya. Namun Saya akan membahas hewan yang satu ini dalam bentuk kartun serial televisi.
Larva adalah sebuah animasi komedi yang dibuat oleh Tuba Entertainment dan berasal dari Korea Selatan. Kartun yang bergenre slapstick inimenampilkan dua larva yang lucu sebagai karakter utamanya.

Larva tayang pertama kali di televisi pada tahun 2011, dan stasiun televisi di Indonesia yang beruntung menayangkan kartun ini adalah RCTI. Season pertama dari kartun Larva ini bersetting di Selokan. Sedangkan Season ke duanya bersetting di Dalam Rumah pink yang berada di tengah perkotaan dan Season ke tiganya bersetting di New York. Gak tahu season ke ke empat dan ke limanya bersetting dimana, dan semoga saja masih tetap diproduksi.
Di Zaman modern ini, memang sulit sekali menemukan tayangan yang berkualitas bagi anak anak. Bahkan sekarang ini di Indonesia sedang diinvasi oleh berbagai sinema dari luar negeri, tarutama drama dari India, Turki dan Korea.
Pada kesempatan kali ini Saya akan mencoba mencari Kelebihan tayangan Larva dibanding tayangan anak yang lain. Daripada blog gak ada isinya lebih baik diisi oleh postingan yang sifatnya menghibur, seperti postingan saya kali ini.
Berikut ini Saya sajikan mengenai Kelebihan Kartun Larva Dibanding Tayangan Anak Yang Lain.
1. Menghibur

Sudah jelas bahwa tujuan utama kartun ini dibuat adalah untuk menghibur penontonnya. Kisah 2 ekor Larva beserta sahabatnya telah berhasil membuat penontonnya terhibur.
Perilaku dari seluruh karakter kartun Larva layaknya manusia yang memiliki sifat iri, sombong, penakut, pemarah, tolong menolong tentunya membuat penontonnya terhibur.
Kartun ini juga bisa menjadi alternatif bagi kalian yang sedang stres karena pekerjaan, tugas atau mungkin pacar.
2. Full Screen

Sa'at ditayangkan di RCTI, Kartun ini memiliki gambar yang penuh, maksudnya satu TV penuh semua dan tidak terpotong. Kan kadang kadang, ada tayangan yang gambarnya terpotong oleh hitam hitam yang ada di sudut atas dan bawah TV.
3. Kualitas Gambar Yang Baik
Kartun Larva ini memiliki gambar 3D yang jernih dan enak dilihat. Dengan format gambar HDTV 1080p membuat kartun ini memiliki grafis yang sangat jernih. Apabila kita mencari video Kartun Larva ini di Youtube. Maka kita akan disuguhi Video dengan kualitas HD.

4. Tidak Memiliki Bahasa

Yang membuat kartun ini lebih istimewa adalah setiap karakternya hanya bisa bersuara ah, ow, wow, iiih, aaa dll. Tentunya hal tersebut membuat karakternya menjadi lebih lucu. Ditambah lagi tidak adanya proses dubbing atau penggantian suara karena setiap karakternya tidak memiliki bahasa. Jadi tidak perlu repot repot lagi ngasih suara.
 5. Adegan Yang Sulit Ditiru
Seperti biasa Anak anak memiliki sifat untuk meniru setiap adegan yang dia tonton. Tetapi Kartun ini memiliki keunikan dimana karakter utamanya menggunakan lidahnya layaknya sebuah tangan. Jadi apabila ada adegan Menampar, Memukul, Berkelahi semua dilakukan dengan menggunakan lidah. Kebayang nggak kalau anak anak Indonesia bisa meniru adegan yang dilakukan kedua larva ini, seperti memukul dengan menggunakan lidah? Sedangkan karakter lainnya seperti Si Coklat jelas tidak mungkin bisa ditiru, tidak mungkin ada anak yang mainin kotoran setelah melihat kartun ini.
Lalu Si Hitam perilakunya sudah lebih baik daripada season 1 nya yang sering memukuli Larva.

Setahu saya ada 1 episode yang menampilkan adegan perkelahian antara Kodok dan Bunglon yang tidak pernah tayang di TV. Mungkin menurut KPI episode ini mengandung kekerasan. Bayangin! Masak perkelahian antara 2 hewan predator ini aja dilarang tayang. Memang di akhir episode ini ada adegan yang cukup keras. Tapi wajar aja, kan setiap episode larva selalu diakhiri dengan ending yang tidak diduga duga dan tentunya tetap menghibur. Video yang versi fullnya bisa kalian saksikan di Youtube.

6. Tiap Episode Memiliki Judul Yang Berbeda Dan Tidak Ada Kaitannya
Yang membuat kartun ini lebih menarik lagi adalah episodenya yang tidak ada kaitannya satu sama lain. Terkadang ada beberapa karakter yang di makan Katak, ehhh tapi di episode selanjutnya karakter tersebut masih hidup. Ada juga yang terbakar, luka luka, akan tetapi apabila episode sudah selesai maka cerita tidak akan disambung di episode berikutnya. Yang bikin Saya heran kadang Larva merah mati, tapi di episode lain masih hidup dan ada lagi di saat semua karakternya sudah menua, tapi di episode selanjutnya karakternya kembali seperti semula.
Ini adalah sebuah kelebihan, mengingat apabila nantinya ada salah satu episode yang tidak lulus sensor KPI maka tidak akan ada pengaruhnya bagi episode lainnya. Karena setiap episode memiliki alurnya sendiri sendiri.
7. Mengajarkan Kita Kreatif
Larva dan seluruh temannya memiliki perilaku layaknya manusia. Mereka mengajarkan kita untuk berfikir kreatif. Misalnya pada episode saat bermain ping pong dimana korek sebagai mejanya dan penutup botol sebagai betnya. Kemudia di episode dimana Si Merah, Si Kuning, Si Coklat, dan Si Hitam balapan mobil. Mungkin perilaku kreatif tiap karakternya bisa kita contoh.
8. Mengajarkan Kita Kerja Sama Dan Kasih Sayang

Walaupun terkadang mereka bermusuhan dan sering berkelahi. Namun mereka tetaplah sebuah keluarga, walaupun beda jenis. Biasanya mereka berkelahi hanya karena berebut makanan dan mereka akan bekerja sama disaat mereka ditimpa masalah.
Satu episode yang membuat saya terharu adalah Episode Petak Umpet dimana Si Merah berjaga dan Si Kuning bersembunyi. Hingga mereka semua menua dan bahkan Si Coklat memiliki anak sampai cucu. Mereka terlihat saling menyayangi layaknya keluarga.
9. Mengajarkan Kerja Keras
Untuk mencapai keinginannya setiap karakternya akan berusaha keras. Terutama Si Merah, seperti di episode dimana Si Kuning harus mengambil rsosis yang ada di atas lampu. Si Kuning terus berusaha hingga akhirnya dia mampu mendapat sosis tersebut.
Sebenarnya di episode lain masih banyak, tapi saya ambil contoh sedikit saja karena saya yakin pasti ada beberapa diantara kalian yang tidak membaca keseluruhan tulisan saya ini.
10. Merubah Hewan Yang Menjijikkan Menjadi Karakter Yang Lucu
Apabila kita melihat Larva di wujud aslinya memang sangat menjijikan. Apalagi karakter lainnya seperti Si Coklat yang digambarkan sebagai kumbang kotoran. Si Violet digambarkan sebagai Siput Hantu.
Namun di dalam bentuk kartun,setiap karakternya terlihat lucu dan imut. Hal ini tentunya membuat kartun tersebut lebih disukai anak anak dan remaja seperti saya.

Kartun bukan hanya tayangan yang dinikmati oleh anak anak, namun juga remaja dan orang tua. Maka dari itu kita harus lebih bijak dalam memilih tayangan, terlebih jika tayangan tersebut

disaksikan oleh anak anak.
Maka dari itu Kartun Larva mungkin bisa menjadi referensi tontonan yang pas bagi kita dan keluarga.
Semoga bermanfaat!!!

0 komentar

click to leave a comment!

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *