search here and find more articles

Welcome To Infokita.Website


3 Hal Sebenarnya yang Tidak Membatalkan Wudhu

Assalamu'alaikum WR.WB
3 Hal Sebenarnya yang Tidak Membatalkan Wudhu - Dalam ibadah shalat sangat erat sekali hubungannya dengan wudhu, shalat seseorang akan tidak sah apabila wudhunya tidak sempurna. Maka untuk memperoleh shalat yang sah kita harus memperhatikan sejak dari wudhu.
Wudhu tidak sempurna saja akan mempengaruhi sah atau tidaknya shalat apalagi bila wudhu kita batal. Tentinya shalat kita menjadi tidak sah.
Dalam Al Quran secara garis besarnya yang membatalkan wudhu diterangkan ada 2 (dua), yaitu: buang air dan bersetubuh.
"...atau seseorang diantara kamu datang dari tempat buang air, atau kamu menyentuh perempuan (bersetubuh) lalu tidak mendapatkan air, maka hendaklah kamu bertayamum dengan tanah yang bersih/suci..."
[Qs. An- Nisaa' : 43]
Maksud ayat tersebut bahwa orang yang sudah wudhu, lalu datang dari tempat buang air atau bersetubuh dengan perempuan maka batallah wudhunya.
Perkataan datang dari tempat buang air itu maksudnya berhadats kecil. Dan hadats kecil itu ditafsirkan oleh hadits-hadits yaitu; keluar angin (kentut), kencing, berak dan keluar madzi dan wadi.
Sedangkan perkataan menyentuh perempuan (bersetubuh) itu maksudnya berhadats besar.
Dan yang termasuk hadats besar, ditafsirkan oleh hadits-hadits yaitu: bersetubuh, keluar mani, datang bulan atau haid (menstruasi), kedatangan darah nifas (melahirkan).
Tegasnya yang membatalkan wudhu ada delapan macam:
1. Kentut atau keluar angin.
2. Kencing.
3. Berak.
4. Keluar madzi dan wadi.
5. Keluar mani.
6. Datang bulan atau haid (menstruasi).
7. Nifas (melahirkan).
8. Bersetubuh (coitus).
Jadi yang membatalkan wudhu itu hanya ada 8 seperti yang disebutkan di atas.
Lalu apakah hal lain seperti menyentuh lawan jenis, menyentuh kemaluan, dan tidur membatalkan wudhu?
Pada kesempatan kali ini Saya berkesempatan untuk membahas 3 Hal yang Tidak Membatalkan Wudhu. Apabila postingan saya ini berbeda pendapat dengan saudara saya harap kita saling menghargai.
1. Menyentuh Lawan Jenis Tidak Membatalkan Wudhu
'Aisyah RA berkata, "Sesungguhnya Nabi SAW pernah mencium salah seorang istrinya (beliau sendiri), kemudian terus dhalat dengan tidak berwudhu lagi". [HR. Ahmad]
dalam hal hukum thaharah (bersuci) ini menyentuh perempuan baik mahramnya sendiri maupun bukan mahramnya memang tidak membatalkan wudhu, akan tetapi dosa hukumnya. (Mahram: Ialah orang yang haram dikawin, Qs. An-Nisaa' : 22-23)
2. Menyentuh Kemaluan Tidak Membatalkan Wudhu
Dari Thalq bin 'Ali, ia berkata, "Seorang laki-laki telah berkata : Saya telah menyentuh kemaluan saya", atau ia berkata "Seorang laki-laki menyentuh kemaluannya di dalam shalat, adakah wajib atasnya berwudhu". Maka Nabi SAW bersabda "Tidak, hanyasanya ia merupakan sepotong dari padamu" [HR. Khamsah]
3. Tidur Tidak Membatalkan Wudhu
Anas bin Malik RA berkata, "Para sahabat Rasulullah SAW menanti shalat 'isya sambil duduk di dalam masjid, sehingga condonglah kepala-kepala mereka (karena kantuk), kemudian setelah Nabi SAW datang, mereka bangun terus shalat dengan tidak berwudhu lagi". [HR. Ahmad]
Ibnu 'Abbas telah berkata "... Kemudian Nabi SAW berbaring hingga tertidur sampai mendengkur (biasanya Nabi kalau tidur mendengkur), lalu Bilal adzan untuk shalat ... maka Nabi terus shalat dengan tidak berwudhu lagi". [HR. Bukhari]
Demikian postingan Saya kali ini mengenai Hal yang tidak membatalkan wudhu. Demoga menambah wawasan dan bermanfaat bagi kita semua.
Wasalamu'alaikum WR.WB

0 komentar

click to leave a comment!

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *